Kamis, September 04, 2008

Liputan Akhir 2008 IFMAR WC Lisbon Portugal

Setelah hampir 2 minggu kembali dari Lisbon, Portugal yaitu tepatnya pada tanggal 19 Agustus 2008 rombongan Tim Indonesia kembali ke tanah air, kecuali Agung yang langsung melanjutkan perjalanannya menuju Ibiza, Valencia (menonton F1), Belanda serta Perancis, namun saya dengar sudah kembali pada tanggal 1 September 2008 lalu. Akhirnya saya mencoba untuk menyelesaikan laporan saya tentang kejuaraan ini yang tertunda cukup lama dikarenakan koneksi internet yang tidak bersahabat dengan kantong disana dan sepulang dari Lisbon saya pribadi cukup merasakan kelelahan yang cukup hebat serta sick of race setelah 10 hari tanpa henti berada di sirkuit untuk mendampingi teman-teman sebagai Team Manager.

Mungkin sebenarnya ada banyak sekali cerita-cerita yang ingin saya ceritakan secara detil namun sepertinya detil-detil cerita tersebut sudah agak kabur dalam ingatan untuk dapat diceritakan kembali. Namun ada beberapa catatan dalam ingatan yang tidak dapat dilupakan, yaitu seperti beberapa hal-hal dibawah ini sbb :

Tim Indonesia dengan segala upayanya dalam berjuang disana akhirnya mendapatkan prestasi terbaik : Teddy Syach (peringkat 67), Kris Heriyana (peringkat 82), Fayakhun Andriadi (peringkat 100), Arya Ridho (peringkat 111) dan Agung Dorojatun (peringkat 127) dari total 137 orang yang berpartisipasi dari 28 negara.

Disaat pelaksanaan 1/32 A Final dimana saat itu Teddy Syach bermain, terdapat kejanggalan yaitu sang Juara di final tersebut Victor Palaez sempat mengalami problem dengan petugas scruut karena mobil tanpa detail lampu belakang yang dalam aturan diharuskan memakai lampu depan dan belakang dengan warna kontras dengan sekitarnya (pasal 5.14, lihat gambar yang terekam oleh pihak redrc.net yang sudah dipublikasikan, lihat foto diatas), namun setelah sempat dipanggil kembali (dikejar oleh pihak panitia) berakhir dengan "jalan" damai yaitu diloloskan, tentunya saya sebagai Team Manager Indonesia yang melihat kejadian itu dari awal permainan hingga akhir melihat bahwa mobil tersebut memang tidak memakai lampu belakang melakukan protes tertulis dengan menyertakan uang EUR 50 kepada race director karena Teddy yang berada di posisi 4 dan lolos inspeksi seharusnya memiliki peluang untuk naik dan lanjut ke final selanjutnya. Yang membuat saya kecewa adalah dengan jawaban resmi dari Race Director via surat (download surat jawaban disini) yang menyebutkan bahwa sticker lampu terlepas selama pertandingan berlangsung, yang jelas-jelas bahwa lampu dibuat dengan cat di depan namun lupa membuat untuk lampu belakang dan menurut pengalaman saya lebih dari 10 tahun di dunia RC, sulit sekali sticker bawaan body dari pabrik untuk terlepas. Hal ini harus kita terima dengan sabar dan berbesar hati, namun disaat Team Managers Meeting di sore hari, sekali lagi hal ini saya sampaikan di forum adanya ketidakpuasan pihak Tim Indonesia dan saya pribadi terhadap keputusan yang mereka buat, saya buat statement keprihatinan atas kelalaian tersebut dan juga memberikan satu pertanyaan contoh nyata kepada sang Race Director "bagaimana dengan nasib pembalap kami yang telah Anda diskualifikasi (terjadi pada Agung) karena pemberat tambahannya lepas disaat balap?" Semua orang hanya terdiam dan menjawab dengan penuh kebingungan. Ini tanda bahwa adanya ketidakberesan dalam Inspeksi yang tidak konsisten dan tegas, dan kita menjadi korbannya.

Pada saat penutupan yaitu acara makan malam serta pembagian piala berlangsung cukup meriah, lebih meriah lagi karena meja yang dipakai untuk meletakkan piala dan plakat rubuh disaat pembagian piala sehingga membuat pengunjung kaget sekaligus tertawa dan pihak panitia yang panik, namun hal ini dapat segera diatasi dengan baik.

Dan bersamaan dengan acara tersebut ada kebanggaan dan kebahagiaan dari Tim Indonesia yang menyabet juara Most Authentic Bodyshell pada acara Concours d’ Elegance yang penjuriannya dilakukan pada saat acara pembukaan. Bodyshell ini dikerjakan khusus oleh Pak Bambang Cat. Selamat untuk Tim Indonesia dan Pak Bambang!

Untuk melihat foto-foto selengkapnya kejuaaran ini, terutama kegiatan Tim Merah Putih silahkan kunjungi GALERI FOTO (772 foto) dan untuk melihat liputan balap secara detil dapat dilihat di situs teman kami di RedRC.net.

Secara keseluruhan kejuaran Dunia ini banyak memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya pribadi maupun seluruh rombongan Tim Indonesia. Kita harapkan di kejuaraan dunia selanjutnya kita dapat meningkatkan prestasi kita. Viva RC Indonesia!

Liputan oleh Aditya Sanjaya, Team Manager Indonesia.

1 komentar:

  1. mau sedikit menambahkan serunya protes memprotes, masalahnya adalah bhw mobil palaez sempat dipanggil 2 kali krn tdk adanya sticker lampu belakang namun tetap saja "lolos" saya tdk tahu mungkin ada "kesepakatan" atau "kompromi" di ruangan scruut yg semuanya terjadi di depan mata saya, hal ini yg membuat saya sangat protes keras, memang ini adalah hal kecil, namun rules is always a rules! itu yg mau saya tegakkan pd saat itu...

    BalasHapus